Gue Mau Pamit dari Wati.io — Pindah ke Chatwoot yang Di-host Sendiri

Jadi gini. Tiap bulan gue buka tagihan Wati, terus napas gue ketahan dikit. Bukan karena produknya jelek — Wati itu oke kok buat WhatsApp. Tapi ada rasa yang makin lama makin ganjel: gue bayar mahal buat sesuatu yang sebenernya bisa gue punyain sendiri.

Dan bulan ini gue akhirnya mikir serius: “kayaknya gue mau pindah ke Chatwoot deh.”

flowchart TD
    A["WhatsApp / Web chat / Email"] --> B["Cloudflare Tunnel (no open port)"]
    B --> C["Chatwoot — self-hosted di homelab<br/>chat.smartsalarypro.id"]
    C --> D["Gemini bot (auto-reply)"]
    C --> E["Postgres / Redis (data punya gue)"]
    D --> F["Manusia (tim support)"]
    G["Wati.io (cloud, bayar $$)"] -.-> H["ditinggal"]

Kenapa Mulai Ganjel sama Wati?

Beberapa hal yang numpuk di kepala gue:

1. Biayanya naik terus. Model per-conversation itu diam-diam nambah. Terus mulai ada aturan service message yang kena billing juga. Buat tim yang makin aktif bales chat, angkanya bukannya turun — malah naik. Gue bayar lebih mahal justru pas gue makin produktif. Déjà vu banget sama drama gue di platform lain.

2. Datanya bukan punya gue. Semua percakapan customer, kontak, histori — numpang di server orang. Kalau suatu hari gue mau pindah atau mau otak-atik, gue kebentur sama apa yang vendor izinin.

3. Fitur AI-nya mesti bayar lagi. Mau pakai AI buat auto-reply? Langganan. Padahal gue ini tipe yang hobinya bikin AI masuk ke workflow sendiri. Masa gue bayar buat sesuatu yang gue bisa rakit sendiri?

Terus Kenapa Chatwoot?

Belakangan gue lagi getol banget self-hosting. Habis kejadian server gue sempet dibajak buat nambang crypto (iya, itu gue 🙈), gue malah makin paham soal ngurus server sendiri — firewall, tunnel, DNS, semuanya. Dan dari situ muncul pikiran: “kalau gue udah berani host blog + foto + segala macem sendiri, kenapa support tool enggak?”

Chatwoot itu jawabannya:

Tampang Wati yang biasa gue buka tiap hari:

Dashboard Wati.io

Dan ini calon rumah baru gue, Chatwoot:

Dashboard Chatwoot

Bagian Paling Gue Semangatin: AI-nya Gue Rakit Sendiri

Chatwoot punya fitur AI namanya Captain — tapi itu berbayar. Nah gue males bayar. Jadi rencananya gue bikin agent sendiri pakai Gemini (yang murah meriah itu, flash-lite), nyambung ke Chatwoot lewat API-nya.

Idenya: bot bales pertanyaan umum (soal HRIS, payroll, harga), terus kalau ada yang serius mau beli atau botnya bingung — langsung handoff ke manusia. Pola yang sama persis kayak junk classifier yang udah gue pakai buat misahin lead sampah. Jadi gue nggak mulai dari nol; gue cuma mindahin otak yang udah ada ke rumah baru.

Tapi Gue Jujur Ya — Ini Bukan Tanpa PR

Biar nggak kedengeran kayak iklan, ini sisi nggak enaknya:

1. Sekarang gue jadi tim IT-nya. Update, backup, mastiin server nyala — itu semua jadi tanggung jawab gue. Kalau Chatwoot mati jam 2 pagi, nggak ada customer support yang gue telepon. Cuma ada gue dan panik.

2. Pindahin WhatsApp Official itu nggak sekejap. Nomor WhatsApp Business API gue sekarang nyangkut di Wati. Mindahin WABA-nya ke Chatwoot itu urusan tersendiri sama Meta, dan mesti gue rapihin pelan-pelan. Jadi tulisan ini judulnya “mau pindah” — bukan “udah pindah”. Chatwoot-nya udah nyala, tinggal jembatan WhatsApp-nya yang lagi gue urus.

3. Convenience itu ada harganya. Wati bayarin kenyamanan. Chatwoot bayarin kebebasan. Gue lagi milih kebebasan — tapi gue sadar itu artinya gue yang kerja lebih.

Terus Sekarang Gimana?

Chatwoot-nya udah jalan di homelab gue. Email udah nyambung, tim udah bisa diundang, robots.txt udah gue tutup biar nggak ke-index. Sekarang gue lagi nyiapin dua hal: migrasi nomor WhatsApp, dan ngerakit si agent Gemini.

Buat lo yang masih mikir “ribet amat sih, bayar aja udah beres” — gue ngerti banget. Dan buat kebanyakan orang, bayar emang jawaban yang bener. Tapi buat gue, yang emang doyan ngoprek dan pengen ngerti cara kerja semuanya, self-hosting ini bukan cuma soal hemat. Ini soal ngerti dan punya barang yang gue pakai tiap hari.

Kadang cara paling mahal buat belajar justru dengan berhenti bayar orang lain buat ngerjain. Wkwk.

Cheers (dan siap begadang ngurus server), Agung Sukariman

#Celotehan #Bacotan #AI #Self-Hosting #Smart-Salary